Arsip untuk Juli 2007

Mengenang Seorang Comrade…

25 Juli, 2007

Aku mengenalnya sekitar satu setengah tahun lalu. Dia masih muda, selisih 11 tahun di bawahku. Dia cerdas, meski kadang masih emosional. Karenanya tak heran ketika dalam dua kesempatan dia pernah melakukan protes keras atas satu tindakanku. Kekhawatirannya cukup besar jika sudah menyentuh hal-hal yang didalami dan diperjuangkannya. Semangatnya besar dan militan.

Perkenalan kami berawal dari komentar dia terhadap pekerjaanku. Saat itu kupikir dia seusiaku, ternyata tidak. Kupikir dia seorang pekerja, ternyata waktu itu masih mahasiswa. Sekarang kuliahnya sudah selesai dan bekerja sebagai peneliti.

Komunikasi dan diskusi di antara kami terus berlanjut meski sepotong-sepotong. Maklum, aku di Indonesia, dan dia berada di salah satu negara di benua Amerika sana. Selisih 16 jam membuat kami agak sukar berkomunikasi intensif, kecuali saling mengalah untuk begadang.

comrade_1.jpgDalam satu kesempatan dia datang ke Indonesia. Dia tiba di Bandung siang menjelang sore. Kala itu kami langsung minum kopi bersama dan bercerita banyak hal. Dia memberi aku dua buah buku. Salah satunya merupakan buku yang paling berpengaruh terhadap pilihan hidupnya saat ini. Pertemuan pertama kami menyenangkan dan banyak harapan yang bisa dikerjakan di kemudian hari. Beberapa rancangan rencana kedepan kami buat dengan semangat dan penuh harapan. Namun, karena satu hal, semua itu berhenti secara tidak mengenakkan. Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Rasa curiga, ketidakpercayaan mulai menggerogoti perkawanan kami yang baru seumur jagung itu. Kami sama-sama melewati waktu dan dihadapkan pada kenyataan pahit. Terus terang saja, meski tidak pernah kuungkapkan secara verbal, kala itu ada perasaan bersalah menghantuiku. Aku merasa telah menjerumuskannya pada kenyataan yang membuatnya sangat terpukul.

Sebulan setelah dia kembali ke benua Amerika sana kami mulai berkomunikasi lagi. comrade_21.jpgDia bilang, selama sebulan dia kembali merefleksi pilihan-pilihan hidupnya. Dan aku lega, prinsip-prinsipnya masih dia pegang, bahkan pengalamannya bersamaku semakin menguatkan keputusannya. Langkahnya semakin jelas, tegas dan diperluas. Kini dia sedang melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Perjalanan dengan misi bukan untuk main-main atau rekreasi, tapi mengabdi pada kehidupan dan tugasnya sebagai manusia.

Selamat bertugas, comrade!

Suatu saat, entah kapan, kita mungkin akan melakukan perjalanan bersama. Minum kopi bersama lagi dan berbagi rokok…

Comradly…

sdk

NB.

Aku berutang diskusi padanya. Ada banyak perkembangan penting yang perlu diaketahui saat ini, dan ada banyak pula utang pekerjaan yang belum kubayar. Sudah saatnya melunasi itu semua.

Iklan